Welcome to Habbatussauda
SMS/WA: +62 822 xxxx xxxx
Buka Setiap hari Pukul : 08.00 - 21.00 WIB
Jumat, 13 Maret 2015

Berbagai Riset Internasional tentang Habbatussauda


HASIL RISET HABBATUSSAUDA


Berbagai Riset Internasional tentang Habbatussauda 
Prof. Wadi'ah Shalih Bakr berhasil meraih gelar Doktor di bidang Biokimia dari universitas Swanshi Inggris, melalui disertasinya yang berjudul "Klarifikasi dan Efek Obat terhadap Enzim-enzim Idionukleotida Kerongkongan pada Jaringan Payudara".  Studi doktoral telah diselesaikan di Universitas King Abdul Aziz, di bawah bimbingan Prof. Eric Brown dan Dr. Jalal Khan.

Pada pasal kelima disertasinya, ia mengupas pengaruh ekstrak habbatussauda terhadap enzim-enzim nukleotida kerongkongan dalam jaringan. Karena itu, kita akan memfokuskan pembahasan disertasi tersebut pada pasal ini.

Penulis memaparkan terlebih dahulu beberapa riset yang telah dilakukan sebelumnya mengenai habbatussauda. Ia menyebutkan bahwa ada sejumlah laporan laboratorium yang menyebutkan efek nyata ekstrak habbatussauda terhadap pengobatan. Sebagai contoh adalah ketika ekstrak habbatussauda diberikan kepada tikut secara oral, maka hal itu berperan melindungi organ hati dari keracunan yang ditimbulkan oleh enzim D-Glukosa Amyn (El-Dakhakhny and Madi, 1995). Penelitian tersebut juga mensinyalir bahwa  minyak habbatussauda tidak menyebabkan terjadinya perubahan apa pun dalam fungsi hati (El-Dakhakhny,1994).

Beberapa riset lain menguatkan bahwa minyak habbatussauda memiliki peran yang sangat efektif dan baik dalam pengobatan sesak nafas (Gomaa et. al., Chakravarty, 1993). Riset tersebut juga menunjukkan bahwa minyak dan zat thymoquinone berperan menghambat enzim lipooxygenase dan cyclooxygenase yang merupakan katalisator idio arachidonate dalam membran sel darah putih tikut yang membaik dengan ion kalsium (A23187), sebagaimana kedua enzim tersebut menghambat proses peroksidasi non-enzim pada fosfolipid liposom di otak.

Peneliti, Toppozada, dkk., menemukan bahwa minyakk habbatussauda sangat berkhasiat sebagai anti bakteri dan mikro organisme lain. Zat-zat aktif pada habbatussauda juga sukses digunakan untuk mengobati infeksi telinga dan nyeri-nyeri pada rahang atas (Toppozada, et. al., 1963; Agarwal, et. al.).

Baru-baru ini telah dibuktikan bahwa salah satu khasiat habbatussauda adalah pengaruhnya dalam memperbaiki perbandingan sel-sel T pembantu terhadap sel-sel T penekan pada para penderita kelamahan sistem kekebalan; dimana kondisi mereka membaik, jumlah sel-sel T pembantu meningkat sedangkan jumlah sel-sel T penekan berkurang (El-Kadi, et. al., 1990).

Berdasarkan uji coba kimiawi, terbukti bahwa minyak habbatussauda mencegah terjadinya kanker kulit pada tikus (El-Moufty, et. al., 1995).

(Basil and Erwa, 1993) telah mengadakan sebuah kajian tentang pengaruh habbatussauda terhadap pencernaan tikus. Kedua peneliti ini menjelaskan bahwa ada perbaikan aktivitas perlawanan terhadap pengaruh sel-sel parasit candida albicans.

Sekumpulan ilmuwan, Salem, dkk. (Salem, et. al., 1995), menemukan bahwa tidak terjadi perubahan yang berarti menyangkut kadar protein kekebalan jenis G (immunoglobulin G) pada 20 orang penderita sakit. Akan tetapi, ia menemukan adanya pertambahan yang sangat jelas dalam perbandingan limfosit pembunuh alami dibandingkan jumlah keseluruhan limfosit. Kajian yang sama telah menjelaskan bahwa proses pencernaan biji habbatussauda pada para penderita sakit menyebabkan terjadinya perbaikan fungsi hati.

Kreober menyatakan (Kreober,1993) bahwa biji dan minyak habbatussauda mengandung khasiat meredam rasa sakit pada sistem saraf pusat pada masing-masing tikus percobaan.

Tahir menemukan bahwa minyak asiri habbatussauda mengurangi kontraksi pembuluh darah jantung, serta berpesan mencegah terjadinya ketegangan (Tahir, et. al., 1993).

Kesimpulan Hasil-Hasil Penelitian
Hasil-hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh ekstrak habbatussauda (nigella sativa) yang dijadikan sebagai terapi untuk mengaktifkan enzim adenylylclase yang bertanggung jawab terhadap perubahan spesifik dalam periode-periode usia. Terjadi pula perbaikan yang nyata terhadap aktivitas enzim tersebut dalam ginjal; namun tidak pada jaringan jantung, hati, dan otak.

Penelitian-penelitian in Vivo (Dalam Tubuh Makhluk Hidup) 
Ketika ekstrak habbatussauda diinjeksikan dengan dosis 0,8 ml/100gr berat badan, maka berpengaruh pada peningkatan aktivitas enzim adenylycyclas pada otak, jantung, dan ginjal 30 menit setelah injeksi dengan persentase sebagai berikut : 115%, 27%, dan 55% pada organ-organ di atas. Selain itu, ekstrak habbatussauda juga berpotensi menekan aktivitas enzim cAMP phosphodiesterase pada otak, ginjal, dan hati; serta enzim phosphodiesterase pada organ jantung yang mengalami penurunan sebanyak 23%.


Uji coba yang dilakukan 60 menit setelah diinjeksikannya ekstrak habbatussauda' dengan dosis 0,8 ml/100gr berat badan, menunjukkan perbaikan aktivitas enzim adenylycyclase pada otak sebesar 102%. Pengaruh ini lebih rendah dibanding dengan yang terjadi 30 menit setelah penginjeksian.

Hasil-hasil di atas menunjukkan adanya pengaruh yang jelas (tinggi) pada hati, ginjal, dan jantung. Adapun ketika diinjeksikan dengan dosis 0,4 ml/100 gr berat badan, maka hal itu tidak berpengaruh terhadap aktivitas enzim baik 15,30,45, dan 60 menit setelah penginjeksian.

Menurut Berbagai Penelitian bahwa Habbatussauda dapat mencegah :
  1. Habbatussauda mencegah sirosis hati
  2. Habbatussauda mencegah kanker hati
  3. Habbatussauda mencegah kanker kolon
  4. Habbatussauda mencegah kanker payudara
  5. Habbatussauda menyembuhkan diabetes mellitus
  6. Habbatussauda mengobati alergi
  7. Habbatussauda mengobati asma
  8. Habbatussauda melindungi lambung
  9. Habbatussauda mencegah gagal ginjal
  10. Habbatussauda melindungi jantung dan pembuluh darah.
  11. Habbatussauda sebagai antioksidan
  12. Habbatussauda menurunkan kolesterol
  13. Habbatussauda sebagai obat reumatik
  14. Habbatussauda melancarkan sirkulasi darah
  15. Habbatussauda membunuh bakteri
  16. Habbatussauda menghambat perkembangan jamur
widgets for blogger

Mukjizat Ilmiah Habbatussauda


MUKJIZAT HABBATUSSAUDA


Mukjizat Ilmiah dalah Hadits-hadits Rasul saw tentang Habbatussauda' 
Nabi saw mengabarkan bahwa habbatussauda berkhasiat menyembuhkan setiap penyakit. Kata syifa' (kesembuhan) dalam seluruh hadits disebut tanpa dima'rifahkan dengan alif dan lam. Semuanya juga dalam struktur kalimat positif, sehingga dengan demikian kata tersebut bersifat nakiroh (indefinite, tidak spesifik) yang biasanya bermakna umum. Selanjutnya, kita bisa mengatakan bahwa dalam habbatussauda terdapat potensi penyembuhan terhadap setiap penyakit.


Dari penjelasan mengenai kerja sistem kekebalan, telah terbukti bahwa ia merupakan satu-satunya sistem yang diperlengkapi dengan senjata spesifik untuk menumpas setiap penyakit. Setelah menelan dan menghancurkan bakteri-bakteri penyerang, sel-sel pemakan segera memampang potongan-potongan bakteri yang telah hancur itu (antigenic) di atas permukaannya, kemudian mengikatkan diri pada limfosit untuk mengenalkan struktur mikroba tersebut hingga sedetail-detailnya, sehingga menstimulasi sel-sel B dan sel-sel T untuk memproduksi antibodi atau sel-sel T spesifik bagi antigen yang memicu produksi keduanya.

Dinding-dinding sel-sel B memiliki sekitar 100 ribu bagian anti bodi yang bereaksi berdasarkan spesifikasi sangat akurat terhadap jenis spesifik antigen pada mikroba yang menyebabkannya. Demikian halnya sel-sel T, dimana reseptor-reseptor protein pada permukaan dinding sel-sel T yang disebut indikator sel-sel T (T cell marker) benar-benar bersesuaian dengan antibodi. Antibodi-antibodi dan sel-sel T spesifik tersebut menyatu secara sempurna dengan antigen mikroba sehingga melumpuhkan aktivitasnya dan menghancurkannya. Selanjutnya, kekebalan ini merupakan kekebalan spesifik untuk setiap organisme asing yang terdapat dalam tubuh, dimana masing-masing penyakit memiliki penyembuh sendiri yang bersesuaian.

Karena, hingga sekarang tidak ada zat formulatif maupun zat tunggal di permukaan bumi ini-sepanjang pengetahuan kita-yang memiliki khasiat mampu menghilangkan seluruh penyebab penyakit dan menghilangkan seluruh penyakit sebagaimana efek yang dimiliki oleh sistem kekebalan. Maka dari itu, kita bisa mengatakan bahwa sistem kekebalan merupakan satu-satunya sistem yang mampu memberikan penyembuhan terhadap setiap penyakit secara riil dan meyakinkan, karena kandungan "sistem kekebalan spesifik" atau "sistem kekebalan didapat" yang mampu membentuk antibodi-antibodi dan memproduksi senjata-senjata sel-sel pembunuh dan penghancur spesifik bagi setiap organisme penyebab penyakit.

Sistem ini, sebagaimana sistem-sistem lainnya, kadang mengalami kerusakan, gangguan, dan penyakit. Kadang-kadang ia bekerja secara maksimal sesuai dengan kemampuan dan kapabilitasnya; kadang kurang dari itu, sesuai dengan kondisi kesehatannya dan kesehatan unsur-unsur pembentuknya. Selam sistem kekebalan ini bekerja secara normal, maka tubuh ini akan sehat dan mampu menumpas setiap penyakit. (Makna"penyakit" ini bisa penyakit itu sendiri atau penyebabnya).

Ketika ada bahan yang diciptakan oleh Alloh untuk mengaktifkan, menguatkan, atau memperbaiki kerusakan yang terjadi pada sistem ini, maka bahan tersebut boleh disifati dengan sifat sistem itu sendiri. Selain itu, telah terbukti bahwa habbatussauda mampu meningkatkan aktivitas "kekebalan spesifik" atau "kekebalan didapat" dengan cara mengingkatkan kadar sel-sel T pembantu, sel-sel T penekan, dan sel-sel T pembunuh alami; dimana kesemuanya termasuk golongan limfosit yang sangat spesifik dan akurat, sampai mendekati 75% dalam riset El-Kadi.

Fakta ini dikuatkan oleh riset-riset lain yang dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah yang menunjukkan terjadinya perbaikan kualitas limfosit pembantu dan fagosit, peningkatan jumlah interferon, serta perbaikan daya kekebalan seluler. Perbaikan kualitas pada sistem kekebalan itu  membias pada terjadinya efek destruktif yang ditimbulkan oleh ekstrak habbatussauda terhadap sel-sel kanker dan beberapa virus, serta perbaikan terhadap pengaruh infeksi cacing bilharzia.

Oleh karena itu, kita bisa menegaskan bahwa habbatussauda memiliki khasiat penyembuhan terhadap setiap penyakit, karena ia memperbaiki dan menguatkan sistem kekebalan; suatu sistem yang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan setiap penyakit dan bereaksi terhadap setiap penyebab penyakit, serta bisa memberikan penyembuhan total atau parsial bagi setiap penyakit. Penyebutan kata syifa' dalam berbagai hadits dalam bentuk nakiroh juga menguatkan kesimpulan ini; dimana tingkat kesembuhan tersebut berbeda-beda, tergantung pada kondisi sistem kekebalan, jenis penyakit, penyebabnya, dan stadiumnya.

Dengan demikian, keumuman yang disebutkan dalam hadits tersebut bisa dipahami dan sudah sesuai dengan pendapat para pensyarah hadits sebagaimana di atas. Demikianlah, fakta ilmiah mengenai hadits-hadits mulia ini telah terungkap, yang tentunya tidak ada seorang pun di masa lalu yang mengetahuinya; apalagi mengucapkan dan menyampaikannya kepada orang lain sejak lebih dari 14 abad silam, kecuali bila ia seorang nabi yang diutus oleh Alloh serta menerima wahyu dariNya yang Maha Tahu tentang rahasia-rahasia makhluk-makhlukNya , Maha Benar Alloh yang berfirman: "Tiadalah yang diucapkannya  itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan."(An-Najm [53]:3-4)

Tinjauan Agama dan Ilmu Pengetahuan


AGAMA&ILMU HABBATUSSAUDA

Hal ini dijelaskan oleh Dr. Abdul Jawad Ash-Showi,"Kaum Muslimin menerima hadits-hadits tentang habbatussauda' dengan yakin. Akan tetapi, para ulama berbeda pandangan dalam menjelaskan maksudnya.

Sebagian berpendapat bahwa khasiat penyembuhannya secara umum terhadap semua penyakit, sebagaimana yang dapat dipahami dari tekstual hadits, bukanlah makna yang dimaksudkan. Namun, yang dimaksudkan adalah penyembuhan terhadap sebagian penyakit. Teks hadits termasuk kalimat umum yang dimaksudkan untuk makna khusus.

Sebagian ulama lain berpendapat bahwa pada dasarnya, kalimat umum harus tetap dipahami sesuai dengan keumuman maknanya, selama tidak ada indikasi kuat yang memalingkan dari makna tersebut. Karena itu, mereka berpendapat adanya khasiat di dalam habbatussauda untuk menyembuhkan semua penyakit.

Berbagai penelitian ilmiah modern membuktikan bahwa sistem kekebalan (imunitas) memiliki kemampuan untuk pengobatan yang akurat dan spesifik bagi setiap penyakit yang berpotensi menjangkiti tubuh, melalui proses aktivitas 'kekebalan spesifik' yang berupa sel-sel limfatik yang memproduksi antibodi dan sel-sel pembunuh spesifik untuk setiap penyakit.

Habbatussauda berpengaruh meningkatkan dan menguatkan aktivitas sistem kekebalan ini, sehingga sangat mungkin di dalam habbatussauda' terdapat potensi untuk menyembuhkan semua penyakit. Selanjutnya, keumuman nash hadits tersebut bisa dipahami sesuai makna tekstualnya.

Di sini, kita akan mengutip beberapa penjelasan para ulama terdahulu mengenai hadits-hadits ini; kemudia sedikit penjelasan tentang sistem kekebalan, didukung dengan beberapa kesimpulan dari penelitian-penelitian tentang efek habbatussauda terhadap sistem kekebalan; kemudian penjelasan tentang mukjizat ilmiah yang terkandung dalam hadits-hadits ini.

Dalam Ash-Shohihain diriwayatkan hadits dari Ummu Salamah dari Abu Hurairoh ra bahwa Rasulullah saw bersabda : "Hendaklah kalian mengkonsumsi habbatussauda' , karena di dalamnya terdapat kesembuhan dari setiap penyakit, kecuali sam. Sedangkan sam artinya kematian."

Bukhori juga meriwayatkan hadits dari Aisyah ra bahwasanya ia mendengar Nabi saw bersabda : "Sesungguhnya habbatussauda ini merupakan obat bagi setiap penyakit, kecuali sam."Aku bertanya,"Apakah sam itu?" Beliau menjawab,"Kematian."

Dalam riwayat Muslim : "Tidak ada suatu penyakit, kecuali penyembuhannya ada di dalam habbatussauda'."

Penjelasan para Ulama Terdahulu Terhadap Hadits-hadits di Atas
Para ulama terdahulu berbeda pendapat dalam menjelaskan makna hadits-hadits di atas, sesuai dengan pengetahuan yang diperoleh pada zaman mereka. Sebagian dari mereka mengatakan,"Keumuman makna tidak dimaksudkan dalam hadits ini, akan tetapi yang dimaksudkan adalah makna khusus.''

Manawi berkata,"Dalam habbatussauda' terdapat pengobatan bagi setiap penyakit yang penyebabnya adalah unsur basah. Tapi, penggunaannya tidak harus murni tanpa campuran. Kadang-kadang ia digunakan sebagai obat tunggal, dan kadang-kadang digunakan sebagai obat yang disinergikan dengan bahan lain, sesuai dengan tuntutan penyakit."

Ibnu Hajar mengatakan hal serupa, dengan tambahan,"Mengobati setiap penyakit yang ditakdirkan bisa diobati dengannya. Sebab, habbatussauda' mengobati penyakit-penyakit yang penyebabnya adalah unsur dingin, tetapi tidak untuk penyakit-penyakit yang penyebabnya adalah unsur panas."

Khothobi berkata,"Ini termasuk kalimat umum yand dimaksudkan untuk makna khusus, karena tidak ada satu pun tumbuhan yang menghimpun seluruh kandungan zat yang menyeimbangkan semua kondisi tubuh. Namun, yang dimaksudkan adalah : habbatussauda menyembuhkan setiap penyakit yang disebabkan oleh unsur basah."

Abu Bakar Ibnul 'Arobi berkata,"Menurut pada dokter, madu lebih tapat untuk dikatakan sebagai 'obat setiap penyakit' ketimbang habbatussauda. Jika makna firman Alloh yang mengatakan bahwa madu mengandung kesembuhan bagi seluruh manusia adalah kesembuhan bagi kebanyakan penyakit, maka penafsiran serupa terhadap habbatussauda lebih tepat."

Adapun penulis kitab Tuhfatul Ahwadzi yang memahami hadits-hadits di atas sesuai dengan keumuman maknanya, mengatakan, "Seharusnya hadits-hadits dalam masalah ini ditafsirkan sesuai keumuman maknanya, karena di dalamnya beliau bersabda,'Kecuali kematian.' Seperti firman Alloh : "Demi masa. Sungguh, semua manusia berada dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman, beramal sholih, saling berwasiat agar melaksanakan kebenaran, dan saling berwasiat untukk melaksanakan kesabaran'." (Al-'Ashr [103]: 1-3)

Kemudian ia berkata,"Abu Muhammad bin Abu Jamroh berkata,'Banyak orang memperdebatkan makna hadits ini. Mereka mengkhususkan makna umum hadits ini dan merujuk kepada pendapat para dokter dan praktisi pengobatan. Tidak disangsikan lagi, orang yang berpendapat seperti itu keliru. Jika kita mempercayai ucapan pakar kedokteran, sedangkan sumber keilmuan mereka hanyalah eksperimen yang dibangun berdasarkan hipotesis, maka mempercayai Nabi yang tidak pernah berbicara berdasarkan hawa nafsu lebih layak dibandingkan mempercayai ucapan mereka'."

Selasa, 10 Maret 2015

Habbatussauda dalam Pengobatan Klasik


PENGOBATAN HABBATUSSAUDA


Ibnu Sina berkata mengenai habbatussauda', "Syuniz adalah herba aromatik yang berguna untuk meluruhkan dahak, membuang angin, dan mengurangi peradangan karena unsur lendir maupun unsur keras. Bila dicampur dengan cuka, ia bisa menyembuhkan luka-luka berlendir maupun koreng. Ia juga berguna untuk mengatasi flu bila digunakan dalam bentuk tepung maupun pasta yang dibungkus rami, lantas dioleskan pada dahi orang yang pusing. Bila direndam dalam cuka pada malam hari, kemudian ditumbuk dan diberikan kepada penderita sakit untuk dihirup uapnya dari hidung, akan berguna untuk mengatasi berbagai kelurahan sakit yang kronis di kepala. Ia bisa membunuh cacing meski hanya dioleskan pada pusar, serta melancarkan haid bila dikonsumsi selama beberapa hari. Ia bisa diminum bersama madu dan air panas untuk memecah batu kandung kemih dan batu ginjal."

Ibnu Baithor berkata,"Habbatussauda' bisa melancarkan haid apabila diminum atau dihirup uapnya. Bila dicampur dengan cuka setelah ditumbuhk, bermanfaat untuk mengobati vitiligo."

Dawud Al-Anthaki berkata."Khasiat syuniz bertahan selama tujuh tahun. Pada tahun ketiga, unsurnya menjadi panas, dengan paduan unsur kering pada tahun ketiga dan kedua. Ia menghilangkan koreng di bawah telapak kaki, membuang angin, menyembuhkan berbagai penyakit dada, batuk, sesak nafas, mual, permasalahan ereksi, edema, penyakit kuninga, dan limpa. Penggunaan habbatussauda setiap pagi bersama minyak zaitun bisa memerahkan warna kulit. Abunya bisa menyembuhkan wasir, baik dengan diminum atau dioleskan. Jika direndam dalam air cuka, lalu direbus uapnya untuk dihirup melalui hidung, maka kepala akan terbebas dari rasa pusing, nyeri, dan flu."

Jenis-jenis Habbatussauda


JENIS-JENIS HABBATUSSAUDA


Jenis-jenis Habbatussauda'

1. Habbatus Sauda' yang Populer
Habbatussauda' yang populer, dikenal dengan nama ilmiah nigella sativa. Ia merupakan tanaman semak belukar yang tingginya mencapai 50 cm, bercabang-cabang dan berbulu halus. Daun-daunnya terbagi menjadi bagian-bagian kecil dengan bentuk seperti benang. Bunganya putih kebiru-biruan. Buahnya semacam kapsul yang mengandung sejumlah benih yang memunculkan aroma parfum apabila digilas dengan jemari.

2. Habbatus Sauda' Damaskus (Nigella Damascena)
Dalam kadar tertentu mirip dengan jenis sebelumnya, hanya saja daunnya terbagi menjadi beberapa bagian yang panjang dan tinggi. Bunga-bunganya berukuran besar berwarna biru. Ada salah satu jenisnya yang memiliki bunga-bunga khas yang tunggal dan ada yang berpasangan. Jenis bunga tunggal yang paling penting dikenal dengan nama miss jekyll yang berbunga warna biru, dan jenis persian rose yang mempunyai bunga berwarna merah gelap. Adapaun jenis yang bunganya berpasangan adalah double blue, yang memiliki bunga berwarna biru berukuran besar.

3.Habbatus Sauda' Oriental (Nigella Orientalis)
Ia adalah tumbuhan pendek kecil dan lemah pertumbuhannya. Panjangnya tidak lebih dari 40 cm. Daunnya terbagi menjadi bagian-bagian seperti benang yang tinggi dan panjang. Warnanya hijau cerah, sedangkan bungannya berwarna kuninga, dengan bintik-bintik merah.

Lokasi Asal
Habbatussauda' berasal dari kawasan Asia Kecil, dimana ia tumbuh secara massal pada banyak kawasan di Syiria, Irak, dan beberapa kawasan lain di danau Laut Putih Tengah. Penanamannya tersebar luas di kawasan beriklim sedang di Afrika dan Amerika. Negara terpenting penghasil habbatussauda' saat ini adalah Ethiopia, Syiria, India, Pakistan, Iran, Irak, Mesir, Saudi Arabia, dan Amerika Serikat.

Unsur-unsur Kimiawi dalam Habbatussauda'
100 gr habbatussauda' mengandung zat-zat sebagai berikut:
  1. 13,19 gr air.
  2. 9,17 gr protein.
  3. 9,12 gr lemak.
  4. 80,10 mg kalsium.
  5. 20 mg vitamin A.
  6. 6,2 mg niasin.
  7. 3,6 gr fiber.
  8. 8,7 gr abu.
  9. 463 kalori.

Manfaat Habbatussauda


MANFAAT HABBATUSSAUDA'


Habbatul barokah mengandung zat-zat anti-biotik pemusnah virus, mikroba, dan bakteri; karoten yang merupakan zat anti kanker; hormon-hormon seksual yang berkhasiat untuk menguatkan, menyuburkan, dan meningkatkan kebugaran; zat-zat diuretik yang melancarkan pembuangan urin dan cairan empedu; enzim-enzim pencernaan dan zat anti-keasaman; serta bahan-bahan analgesik dan stimulan.
Sesungguhnya banyak keajaiban, rahasia, dan manfaat yang terkandung di dalamnya.

Ketika Lord Carter mengumumkan penemuan sebuah benda bersejarah yang penting, yaitu makam Tutankhamun-seorang raja dari Dinasti Firaun-, ia belum mengetahui apa sebenarknya minyak berwarna hitam yang ditemukannya dalam barang-barang peninggalan raja muda tersebut. Di kemudian hari, barulah diketahui bahwa itu adalah minyak habbatul barokah atau habbatussauda'.

Orang-orang mesir kuno telah mengenal tumbuhan habbatul barokah. Namun, belum diketahui dengan pasti bagaimana cara mereka menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka mengenalnya dengan sebutan syantat. Penemuan minyak habbatul barokah di antara benda-benda peninggalan salah seorang raja Mesir ini setidaknya menunjukkan secara pasti betapa pentingnya manfaat tumbuhan habbatul barokah pada masa itu.

Kitab Yesaya dalam Perjanjian Lama mengisyaratkan pentingnya habbatul barokah dan metode yang digunakan pada masa itu untuk memperoleh minyaknya. Tumbuhan yang tumbuh secara massal di Mesir dan Syiria ini, telah dikenal oleh orang-orang Ibrani dengan sebutan kitsah.

Diskorides, seorang Dokter Yunani terkenal yang hidup pada abad pertama Masehi, menulis bahwa dahulu biji habbatul barokah biasa digunakan untuk mengobati pusing, hidung tersumbat, dan sakit gigi, di samping mengusir cacing. Biji tersebut juga digunakan untuk melancarkan air kerncing dan air susu (ASI).

Adapun dalam khazanah islam, telah diriwayatkan sebuah hadits dalam shohih Al-Bukhori dari Aisyah ra bahwa ia berkata, Rosulullah saw bersabda : "Sesungguhnya habbatussauda' ini merupakan penyembuh segala penyakit, kecuali sam. 'Aku bertanya,'Apakah sam itu?' beliau menjawab,'Kematian'."

Al-Biruni, salah seorang ilmuwan muslim (989M-379M), telah menulis tentang asal-usul tumbuhan ini dari India serta berbagai nilai gizi dan manfaat pengobatan yang terkandung di dalamnya. Dalam pengobatan Yunani maupun Arab yang fondasi ilmiahnya dibangun oleh Hipokrates, Galinus, dan Ibnu Sina, habbatul barokah memiliki kedudukan yang tinggi, karena berperan penting dalam pengobatan penyakit liver dan sistem pencernaan. Dalam bukunya yang berterkenal, A-Qonun fith Thibb, Ibnu Sina menyampaikan pendapatnya bahwa habbatul barokah bisa meningkatkan energi dan membantu mengatasi kelelahan.

Manfaat Habbatussauda'
Habbatussauda' berkhasiat mengatasi berbagai penyakit sistem pernafasan, sistem pencernaan, sistem saluran kencing, dan sistem reproduksi, serta berbagai jenis penyakit kulit. Di antaranya beberapa penyakit berikut :
  1. Penyakit-penyakit sistem pernafasan yang bisa dibantu penyembuhannya dengan habbatussauda' adalah flu, batuk, dan asma.
  2. Penyakit-penyakit sistem pencernaan yang bisa diatasi dengan habbatussauda' adalah gangguan pencernaan, angin di lambung dan usus, kurang selera makan, cacing pita, dan cacing askaris.
  3. Penyakit-penyakit sistem saluran kencing dan sistem reproduksi yang bisa diatasi dengan habbatussauda' adalah sulit kencing (radang saluran kencing), kelemahan seks, dan haid tidak teratur pada wanita.
  4. Penyakit-penyakit kulit yang bisa diatasi dengan habbatussauda' adalah scabies, infeksi kulit, bisul, dan jerawat.
Manfaat-manfaat pengobatan ini bisa diperoleh lantaran beberapa sebab :
  1. Minyak asiri yang terdapat dalam habbatussauda' mengandung nigellon yang termasuk salah satu zat anti-histamin. karena itulah, habbatussauda' bermanfaat untuk mengobati asma dengan cara memperluas organ saluran pernafasan, juga untuk tekanan darah tinggi dengan cara memperluas saluran pembuluh darah. ia juga bermanfaat untuk mengobati beberapa penyakit pencernaan dengan menghilangkan kram lambung dan usus.
  2. Habbatussauda' juga mengandung zat yang mengeliminasi perkembangan bakteri, sehingga bakteri tersebut tidak mampu berkembang di dalam zat makanan yang mengandung habbatussauda'.
  3. Dari habbatussauda' telah berhasil diambil zat tincture yang berkhasiat sebagai pereda nyeri dan penyebab kantuk ringan. Karena itulah, habbatussauda' bermanfaat sebagai obat pereda nyeri, khususnya untuk menghilangkan nyeri pada sakit gigi apabila dipakai sebagai obat kumur. Manfaatnya sebagai obat tidur ringan, bisa digunakan untuk anak-anak.
  4. Kandungan minyak asiri pada habbatussauda' juga bermanfaat untuk mengatasi nyeri lambung dan mengusir angin (karminatif).
  5. Berbagai penelitian membuktikan bahwa habbatussauda' meningkatkan aktivitas sistem kekebalan dalam tubuh manusia. Dari sini bisa diketahui manfaat habbatussauda' untuk mengatasi berbagai macam penyakit secara umum, khususnya penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus.

Penggunaan Habbatussauda'
1. Sebagai Sumber Energi
Habbatussauda' diketahui membantu pemeliharaan temperatur alamiah tubuh. Satu hal yang sangat penting, khususnya ketika pola makan ala Barat sekarang menjadi tradisi yang dominan di berbagai negara di dunia, seperti : konsumsi es krim, lemak, pizza, keju, hamburger, dan sebagainya; semua itu menghabiskan sebagian energi vital kita, sehingga menyebabkan munculnya berbagai macam penyakit.

2. Melancarkan ASI
Habbatul barokah membantu melancarkan ASI. ia juga termasuk sumber gizi yang penting bagi ibu dan anak.

3. Kekebalan (Imunitas)
Beberapa penelitian baru-baru ini membuktikan efek habbatussauda' dalam meningkatkan sistem kekebalan. satu hal yang bisa memperjelas makna sabda nabi."Menyembuhkan setiap penyakit".

4.  Untuk Anak
Habbatussauda' juga mengandung asam arginin, yaitu salah satu zat asam yang penting dan sangat dibutuhkan untuk perkembangan anak.

5. Untuk Orang Tua
Habbatussauda merupakan makanan kesehatan yang penting dan bermanfaat bagi orang-orang tua, karena mengandung berbagai macam zat gizi.




Senin, 09 Maret 2015

Apa itu Habbatussauda?


APA ITU
HABBATUSSAUDA'


Habbatussauda atau Habbatul Barokah merupakan tanaman semak belukar yang tumbuh liar pada setiap musim di wilayah Luat Putih bagian tengah. Akan tetapi, ia juga ditanam di beberapa kawasan lain di utara Afrika, Asia, dan Jazirah Arab.

Nama ilmiahnya adalah nigella sativa. Berbatang Pendek, tingginya 50 cm. Tanaman ini masih satu famili dengan adas (foeniculum capillaceum) dan anise (pimpinella anisun), sehingga terkadang dikira salah satu jenis tumbuhan adas. Buahnya mirip kapsul, yang di dalamnya terdapat benih berwarna putih dengan bentuk segi tiga. Warnanya cepat sekali berubah menjadi hitam jika terkena udara.

Habbatussauda mempunyai nama-nama lain, misalnya : karaway hitam, black cumin, dan di India dinamakan kalonji hitam, sedangkan di negara-negara Persia dikenal dengan sebutan syuniz.