Welcome to Habbatussauda
SMS/WA: +62 822 xxxx xxxx
Buka Setiap hari Pukul : 08.00 - 21.00 WIB
Jumat, 13 Maret 2015

Berbagai Riset Internasional tentang Habbatussauda


HASIL RISET HABBATUSSAUDA


Berbagai Riset Internasional tentang Habbatussauda 
Prof. Wadi'ah Shalih Bakr berhasil meraih gelar Doktor di bidang Biokimia dari universitas Swanshi Inggris, melalui disertasinya yang berjudul "Klarifikasi dan Efek Obat terhadap Enzim-enzim Idionukleotida Kerongkongan pada Jaringan Payudara".  Studi doktoral telah diselesaikan di Universitas King Abdul Aziz, di bawah bimbingan Prof. Eric Brown dan Dr. Jalal Khan.

Pada pasal kelima disertasinya, ia mengupas pengaruh ekstrak habbatussauda terhadap enzim-enzim nukleotida kerongkongan dalam jaringan. Karena itu, kita akan memfokuskan pembahasan disertasi tersebut pada pasal ini.

Penulis memaparkan terlebih dahulu beberapa riset yang telah dilakukan sebelumnya mengenai habbatussauda. Ia menyebutkan bahwa ada sejumlah laporan laboratorium yang menyebutkan efek nyata ekstrak habbatussauda terhadap pengobatan. Sebagai contoh adalah ketika ekstrak habbatussauda diberikan kepada tikut secara oral, maka hal itu berperan melindungi organ hati dari keracunan yang ditimbulkan oleh enzim D-Glukosa Amyn (El-Dakhakhny and Madi, 1995). Penelitian tersebut juga mensinyalir bahwa  minyak habbatussauda tidak menyebabkan terjadinya perubahan apa pun dalam fungsi hati (El-Dakhakhny,1994).

Beberapa riset lain menguatkan bahwa minyak habbatussauda memiliki peran yang sangat efektif dan baik dalam pengobatan sesak nafas (Gomaa et. al., Chakravarty, 1993). Riset tersebut juga menunjukkan bahwa minyak dan zat thymoquinone berperan menghambat enzim lipooxygenase dan cyclooxygenase yang merupakan katalisator idio arachidonate dalam membran sel darah putih tikut yang membaik dengan ion kalsium (A23187), sebagaimana kedua enzim tersebut menghambat proses peroksidasi non-enzim pada fosfolipid liposom di otak.

Peneliti, Toppozada, dkk., menemukan bahwa minyakk habbatussauda sangat berkhasiat sebagai anti bakteri dan mikro organisme lain. Zat-zat aktif pada habbatussauda juga sukses digunakan untuk mengobati infeksi telinga dan nyeri-nyeri pada rahang atas (Toppozada, et. al., 1963; Agarwal, et. al.).

Baru-baru ini telah dibuktikan bahwa salah satu khasiat habbatussauda adalah pengaruhnya dalam memperbaiki perbandingan sel-sel T pembantu terhadap sel-sel T penekan pada para penderita kelamahan sistem kekebalan; dimana kondisi mereka membaik, jumlah sel-sel T pembantu meningkat sedangkan jumlah sel-sel T penekan berkurang (El-Kadi, et. al., 1990).

Berdasarkan uji coba kimiawi, terbukti bahwa minyak habbatussauda mencegah terjadinya kanker kulit pada tikus (El-Moufty, et. al., 1995).

(Basil and Erwa, 1993) telah mengadakan sebuah kajian tentang pengaruh habbatussauda terhadap pencernaan tikus. Kedua peneliti ini menjelaskan bahwa ada perbaikan aktivitas perlawanan terhadap pengaruh sel-sel parasit candida albicans.

Sekumpulan ilmuwan, Salem, dkk. (Salem, et. al., 1995), menemukan bahwa tidak terjadi perubahan yang berarti menyangkut kadar protein kekebalan jenis G (immunoglobulin G) pada 20 orang penderita sakit. Akan tetapi, ia menemukan adanya pertambahan yang sangat jelas dalam perbandingan limfosit pembunuh alami dibandingkan jumlah keseluruhan limfosit. Kajian yang sama telah menjelaskan bahwa proses pencernaan biji habbatussauda pada para penderita sakit menyebabkan terjadinya perbaikan fungsi hati.

Kreober menyatakan (Kreober,1993) bahwa biji dan minyak habbatussauda mengandung khasiat meredam rasa sakit pada sistem saraf pusat pada masing-masing tikus percobaan.

Tahir menemukan bahwa minyak asiri habbatussauda mengurangi kontraksi pembuluh darah jantung, serta berpesan mencegah terjadinya ketegangan (Tahir, et. al., 1993).

Kesimpulan Hasil-Hasil Penelitian
Hasil-hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh ekstrak habbatussauda (nigella sativa) yang dijadikan sebagai terapi untuk mengaktifkan enzim adenylylclase yang bertanggung jawab terhadap perubahan spesifik dalam periode-periode usia. Terjadi pula perbaikan yang nyata terhadap aktivitas enzim tersebut dalam ginjal; namun tidak pada jaringan jantung, hati, dan otak.

Penelitian-penelitian in Vivo (Dalam Tubuh Makhluk Hidup) 
Ketika ekstrak habbatussauda diinjeksikan dengan dosis 0,8 ml/100gr berat badan, maka berpengaruh pada peningkatan aktivitas enzim adenylycyclas pada otak, jantung, dan ginjal 30 menit setelah injeksi dengan persentase sebagai berikut : 115%, 27%, dan 55% pada organ-organ di atas. Selain itu, ekstrak habbatussauda juga berpotensi menekan aktivitas enzim cAMP phosphodiesterase pada otak, ginjal, dan hati; serta enzim phosphodiesterase pada organ jantung yang mengalami penurunan sebanyak 23%.


Uji coba yang dilakukan 60 menit setelah diinjeksikannya ekstrak habbatussauda' dengan dosis 0,8 ml/100gr berat badan, menunjukkan perbaikan aktivitas enzim adenylycyclase pada otak sebesar 102%. Pengaruh ini lebih rendah dibanding dengan yang terjadi 30 menit setelah penginjeksian.

Hasil-hasil di atas menunjukkan adanya pengaruh yang jelas (tinggi) pada hati, ginjal, dan jantung. Adapun ketika diinjeksikan dengan dosis 0,4 ml/100 gr berat badan, maka hal itu tidak berpengaruh terhadap aktivitas enzim baik 15,30,45, dan 60 menit setelah penginjeksian.

Menurut Berbagai Penelitian bahwa Habbatussauda dapat mencegah :
  1. Habbatussauda mencegah sirosis hati
  2. Habbatussauda mencegah kanker hati
  3. Habbatussauda mencegah kanker kolon
  4. Habbatussauda mencegah kanker payudara
  5. Habbatussauda menyembuhkan diabetes mellitus
  6. Habbatussauda mengobati alergi
  7. Habbatussauda mengobati asma
  8. Habbatussauda melindungi lambung
  9. Habbatussauda mencegah gagal ginjal
  10. Habbatussauda melindungi jantung dan pembuluh darah.
  11. Habbatussauda sebagai antioksidan
  12. Habbatussauda menurunkan kolesterol
  13. Habbatussauda sebagai obat reumatik
  14. Habbatussauda melancarkan sirkulasi darah
  15. Habbatussauda membunuh bakteri
  16. Habbatussauda menghambat perkembangan jamur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SHARETHIS